“Kami
tidak cukup bodoh untuk mencoba menciptakan sebuah mata uang yang dibacking
oleh emas, yang memang tidak kami miliki lagi, tetapi setiap Mark yang akan
kami cetak akan dibacking oleh pekerjaan dan barang yang nilainya setara… kami
tertawa saat ahli finansial nasional memandang bahwa nilai dari sebuah mata
uang adalah tergantung kepada emas dan sekuritas lain yang berada di ruangan
besi bank.”
- Adolf Hitler -
Hello semua, postingan ini persembahan saya untuk request
teman lama saya bernama Fristmon Lingkua, dia merequest kajian yang menguraikan
kaitan ekonomi dan politik di Indonesia. Meski saya agak alergi jika
mendengarkan atau membaca apalagi membahas “politik” tidak dapat dipungkiri
bahwa dalam kehidupan bernegara, politik telah menjadi bagian dari kehidupan
kita.
Okay, sebenarnya saya akan berkata semua sistem politik akan
sama saja pengaruhnya terhadap masyarakat jika sistem keuangannya masih memeluk
“money debt system”. Sedikit kata2 dari Adolf Hitler diatas sengaja saya
tuliskan di awal untuk anda menilai kembali sistem keuangan yang ada sekarang
didunia. Bahkan untuk Bank Syariah sendiri.
Sebelumnya bagi mereka yang kurang paham saya akan mengemukakan definisi
2 dasar dari politik yang diterima oleh para negarawan
§ politik adalah usaha yang ditempuh warga negara
untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
§ politik adalah hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan dan negara
§ politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk
mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
Indonesia memiliki konsep Politik Demokrasi Perwakilan, yang
seperti anda tahu bahwa dalam sistem ini kita memiliki asas-asas tertentu yaitu
2.
Pemerintahan berdasarkan
persetujuan dari yang diperintah;
6.
Pemilihan yang bebas dan
jujur;
8.
Proses hukum yang wajar;
Saya rasa beberapa asas dari sistem demokrasi yang dianut oleh
Indonesia tidak dapat dipenuhi secara keseluruhan.
Dalam setiap sistem politik
yang paling diutamakan bukan hanya tentang kekuasaan melainkan keadilan dan
kesejahteraan yang sangat berkaitan dengan kegiatan ekonomi rakyatnya. Dalam UUD,
sistem ekonomi kita menganut Sistem Ekonomi Demokrasi, atau juga bisa disebut
Sistem Ekonomi Pancasila yang pada kenyataannya tidak seperti itu. Kembali lagi
dari awal bahwa karna sistem keuangan negara ini masih menganut money debt
system. Nah dalam kebijakan politik demokrasi pancasila ini, telah dijelaskan
batas yang jelas antara kekuasaan pemerintah dan kekuasaan rakyat. Bahwa “hal
yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak di kendalikan atau dikuasai oleh
pemerintah untuk kesejahteraan rakyat atau bahkan sebenarnya melindunginya dari
keserakahan segelintir orang yang kapitalis”.
Sayangnya politik kita sangat tidak menjamin korupnya sistem itu
sendiri, sehingga banyak kebijakan dan keputusan dalam negara kita ini yang
semustinya melindungi dan mensejahterakan rakyat malah membuat rakyat
menderita. Mengapa? Karna seperti kebanyakan negara lainnya segala sesuatu dlam
keputusan pemerintah sangat dipengaruhi oleh sistem keuangan atau orang yang
memegang kendali sistem tersebut dalam kata lain Bankir-Bankir dunia.
"Saya tidak peduli siapa boneka
yang akan diangkat menjadi Raja Inggris. Orang yang mengendalikan suplai uang
di Inggris adalah orang yang mengendalikan Kerajaan Inggris, dan sayalah yang
mengendalikan suplai uang Inggris"
- Nathan Mayer
Rothschild, 1815 –
Itulah mengapa
saya merasa menuliskan kaitan politik dan ekonomi sangatlah sia-sia. Dahulu manusia
menciptakan pemerintah untuk bisa berurusan dengan para bankir, namun yang
terjadi smakin lama pemerintah malah dikuasai oleh bankir. Tak terkecuali di
Indonesia, dimana elit politiknya sangat minim pengetahuan tentang sistem
keuangan yang kita anut. Dan jika kita menjadi seperti Adolf Hitler maka yang
terjadi seluruh dunia yang digerakan oleh para bankir akan memusuhi Indonesia,
dan kita tidak mau menjadi sasaran tembak terhadap hal itu bukan? Apakah anda
siap berperang?
Berikut beberapa
kutipan yang saya letakan untuk menjawab request teman saya, meskipun agak
pesimistis bagaimana kebijakan politik di Indonesia ini dapat mengatasi
banyaknya permasalahan di sektor ekonomi yang sangat terpengaruh oleh sistem
keuangan global
Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli
siapa yang menulis hukum di negara tersebut.”
- Mayer Amchel
Rothschild. 1790 –
“Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan
uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan
yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme,
para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah
keuntungan.”
- Napoleon
Bonaparte, 1800 –
“Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk
mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan
deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat
Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun
dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.”
- Thomas Jefferson,
Presiden Amerika, 1802 –
“Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang
sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli dari masyarakat.
Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang
sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.”
- Abraham Lincoln,
Presiden Amerika, 1862, menerbitkan dolar greenbacks, uang bukan hutang kepada
bank sentral, mati ditembak 1865 –
“Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah
tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa
keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan, oleh sekelompok
kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode
deflasi dan depresi.”
- James Garfield,
Presiden Amerika, 1881, mati ditembak –
“Di satu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan
karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan
perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang,
yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain
ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga
pinjaman (riba), yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih
dipraktekkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok
kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya
sedikit lebih baik dibanding seorang budak.”
- Paus Leo XIII,
1898 –
“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan
kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan
kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”
- Jacob Schiff,
1907 –
“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada
dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat,
bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah
pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang
besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan
sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak
terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras
kalau ingin mengutukinya.”
- Woodrow Wilson,
Presiden Amerika, 1916 –
“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller
mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang
menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di
pemerintahan.”
- Theodore
Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 -
“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha
mengkomuniskan sebuah negara.”
- Vladimir Lenin,
1919 -
“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia
juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik,
juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara
bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30
juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu
menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”
- Thomas Alfa
Edison, salah satu penemu terbesar abad XX, 1921 –
“Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil
Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini
menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka
mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan
siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan
majalah di negeri ini.”
- John Hylan,
Walikota New York, 1922 –
“Saya manusia yang paling tidak bahagia di dunia. Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”
- Woodrow Wilson,
mengenai keputusannya mensahkan bank sentral Federal Reserve 11 tahun
sebelumnya, 1924 –
“Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”
- David Lloyd,
Mantan Perdana Menteri Inggris, 1934 –
“Kami
tidak cukup bodoh untuk mencoba menciptakan sebuah mata uang yang dibacking
oleh emas, yang memang tidak kami miliki lagi, tetapi setiap Mark yang akan
kami cetak akan dibacking oleh pekerjaan dan barang yang nilainya setara… kami
tertawa saat ahli finansial nasional memandang bahwa nilai dari sebuah mata
uang adalah tergantung kepada emas dan sekuritas lain yang berada di ruangan
besi bank.”
- Adolf Hitler -
Hello semua, postingan ini persembahan saya untuk request
teman lama saya bernama Fristmon Lingkua, dia merequest kajian yang menguraikan
kaitan ekonomi dan politik di Indonesia. Meski saya agak alergi jika
mendengarkan atau membaca apalagi membahas “politik” tidak dapat dipungkiri
bahwa dalam kehidupan bernegara, politik telah menjadi bagian dari kehidupan
kita.
Okay, sebenarnya saya akan berkata semua sistem politik akan
sama saja pengaruhnya terhadap masyarakat jika sistem keuangannya masih memeluk
“money debt system”. Sedikit kata2 dari Adolf Hitler diatas sengaja saya
tuliskan di awal untuk anda menilai kembali sistem keuangan yang ada sekarang
didunia. Bahkan untuk Bank Syariah sendiri.
Sebelumnya bagi mereka yang kurang paham saya akan mengemukakan definisi
2 dasar dari politik yang diterima oleh para negarawan
§ politik adalah usaha yang ditempuh warga negara
untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
§ politik adalah hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan dan negara
§ politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk
mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
Indonesia memiliki konsep Politik Demokrasi Perwakilan, yang
seperti anda tahu bahwa dalam sistem ini kita memiliki asas-asas tertentu yaitu
2.
Pemerintahan berdasarkan
persetujuan dari yang diperintah;
6.
Pemilihan yang bebas dan
jujur;
8.
Proses hukum yang wajar;
Saya rasa beberapa asas dari sistem demokrasi yang dianut oleh
Indonesia tidak dapat dipenuhi secara keseluruhan. Dalam setiap sistem politik
yang paling diutamakan bukan hanya tentang kekuasaan melainkan keadilan dan
kesejahteraan yang sangat berkaitan dengan kegiatan ekonomi rakyatnya. Dalam UUD,
sistem ekonomi kita menganut Sistem Ekonomi Demokrasi, atau juga bisa disebut
Sistem Ekonomi Pancasila yang pada kenyataannya tidak seperti itu. Kembali lagi
dari awal bahwa karna sistem keuangan negara ini masih menganut money debt
system. Nah dalam kebijakan politik demokrasi pancasila ini, telah dijelaskan
batas yang jelas antara kekuasaan pemerintah dan kekuasaan rakyat. Bahwa “hal
yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak di kendalikan atau dikuasai oleh
pemerintah untuk kesejahteraan rakyat atau bahkan sebenarnya melindunginya dari
keserakahan segelintir orang yang kapitalis”.
Sayangnya politik kita sangat tidak menjamin korupnya sistem itu
sendiri, sehingga banyak kebijakan dan keputusan dalam negara kita ini yang
semustinya melindungi dan mensejahterakan rakyat malah membuat rakyat
menderita. Mengapa? Karna seperti kebanyakan negara lainnya segala sesuatu dlam
keputusan pemerintah sangat dipengaruhi oleh sistem keuangan atau orang yang
memegang kendali sistem tersebut dalam kata lain Bankir-Bankir dunia.
"Saya tidak peduli siapa boneka
yang akan diangkat menjadi Raja Inggris. Orang yang mengendalikan suplai uang
di Inggris adalah orang yang mengendalikan Kerajaan Inggris, dan sayalah yang
mengendalikan suplai uang Inggris"
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 –
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 –
Itulah mengapa
saya merasa menuliskan kaitan politik dan ekonomi sangatlah sia-sia. Dahulu manusia
menciptakan pemerintah untuk bisa berurusan dengan para bankir, namun yang
terjadi smakin lama pemerintah malah dikuasai oleh bankir. Tak terkecuali di
Indonesia, dimana elit politiknya sangat minim pengetahuan tentang sistem
keuangan yang kita anut. Dan jika kita menjadi seperti Adolf Hitler maka yang
terjadi seluruh dunia yang digerakan oleh para bankir akan memusuhi Indonesia,
dan kita tidak mau menjadi sasaran tembak terhadap hal itu bukan? Apakah anda
siap berperang?
Berikut beberapa
kutipan yang saya letakan untuk menjawab request teman saya, meskipun agak
pesimistis bagaimana kebijakan politik di Indonesia ini dapat mengatasi
banyaknya permasalahan di sektor ekonomi yang sangat terpengaruh oleh sistem
keuangan
“Di Amerika kami menerbitkan uang kami sendiri. Kami menyebutnya Colonial Scrip. Kami menerbitkannya sesuai dengan proporsi permintaan dari perdagangan dan industri yang memproduksi semua barang dari produsen ke konsumen. Dengan mengendalikan mata uang kami sendiri, kami mengendalikan daya beli mata uang kami, dan kami tidak berhutang kepada siapapun.”
- Benjamin Franklin, salah satu Bapak kemerdekaan Amerika, 1764–
“Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.”
- Mayer Amchel Rothschild. 1790 –
“Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah keuntungan.”
- Napoleon Bonaparte, 1800 –
“Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.”
- Thomas Jefferson, Presiden Amerika, 1802 -
“Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mana mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.”
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 -
“Kalian (bankir internasional) para penjahat busuk, saya akan mengusir kalian, demi Tuhan, saya akan mengusir kalian.”
- Andrew Jackson, Presiden Amerika, 1833
“Bila anak-anaku tidak menginginkan perang, maka tidak akan terjadi perang.”
- Gutle Schnaper, Ibu dari Rothschild bersaudara, 1849 -
“Sejak saya bertugas di sini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial. Mereka memang tidak direncanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi “Kekuatan Kaya.”"
- William Gladstone, Perdana Menteri Inggris, 1852 –
“Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli dari masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.”
- Abraham Lincoln, Presiden Amerika, 1862, menerbitkan dolar greenbacks, uang bukan hutang kepada bank sentral, mati ditembak 1865 –
“Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan, oleh sekelompok kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode deflasi dan depresi.”
- James Garfield, Presiden Amerika, 1881, mati ditembak –
“Di satu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba), yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih dipraktekkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak.”
- Paus Leo XIII, 1898 –
“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”
- Jacob Schiff, 1907 –
“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.”
- Woodrow Wilson, Presiden Amerika, 1916 –
“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.”
- Theodore Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 -
“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”
- Vladimir Lenin, 1919 -
“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”
- Thomas Alfa Edison, salah satu penemu terbesar abad XX, 1921 –
“Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini.”
- John Hylan, Walikota New York, 1922 –
“Saya manusia yang paling tidak bahagia di dunia. Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”
- Woodrow Wilson, mengenai keputusannya mensahkan bank sentral Federal Reserve 11 tahun sebelumnya, 1924 –
“Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”
- David Lloyd, Mantan Perdana Menteri Inggris, 1934 –
- Benjamin Franklin, salah satu Bapak kemerdekaan Amerika, 1764–
“Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.”
- Mayer Amchel Rothschild. 1790 –
“Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah keuntungan.”
- Napoleon Bonaparte, 1800 –
“Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.”
- Thomas Jefferson, Presiden Amerika, 1802 -
“Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mana mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.”
- Nathan Mayer Rothschild, 1815 -
“Kalian (bankir internasional) para penjahat busuk, saya akan mengusir kalian, demi Tuhan, saya akan mengusir kalian.”
- Andrew Jackson, Presiden Amerika, 1833
“Bila anak-anaku tidak menginginkan perang, maka tidak akan terjadi perang.”
- Gutle Schnaper, Ibu dari Rothschild bersaudara, 1849 -
“Sejak saya bertugas di sini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial. Mereka memang tidak direncanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi “Kekuatan Kaya.”"
- William Gladstone, Perdana Menteri Inggris, 1852 –
“Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli dari masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.”
- Abraham Lincoln, Presiden Amerika, 1862, menerbitkan dolar greenbacks, uang bukan hutang kepada bank sentral, mati ditembak 1865 –
“Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah untuk dikendalikan, oleh sekelompok kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode deflasi dan depresi.”
- James Garfield, Presiden Amerika, 1881, mati ditembak –
“Di satu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba), yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih dipraktekkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak.”
- Paus Leo XIII, 1898 –
“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.”
- Jacob Schiff, 1907 –
“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.”
- Woodrow Wilson, Presiden Amerika, 1916 –
“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.”
- Theodore Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 -
“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”
- Vladimir Lenin, 1919 -
“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”
- Thomas Alfa Edison, salah satu penemu terbesar abad XX, 1921 –
“Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini.”
- John Hylan, Walikota New York, 1922 –
“Saya manusia yang paling tidak bahagia di dunia. Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”
- Woodrow Wilson, mengenai keputusannya mensahkan bank sentral Federal Reserve 11 tahun sebelumnya, 1924 –
“Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”
- David Lloyd, Mantan Perdana Menteri Inggris, 1934 –
“Kekuatan dari kapitalisme finansial memiliki sebuah rencana yang lebih jauh, yaitu menciptakan sebuah sistem finansial dunia yang dikendalikan oleh tangan swasta yang mana orang-orang ini juga dapat mendominasi sistem politik dan ekonomi dari setiap negara secara keseluruhan. Sistem ini akan dikendalikan dengan model feodal oleh bank sentral di seluruh dunia yang menjalankan rencana ini secara bersama-sama. Setiap bank sentral… berencana untuk mendominasi pemerintahannya lewat kemampuannya untuk mengendalikan pinjaman, memanipulasi nilai tukar, mempengaruhi tingkat aktivitas perekonomian, dan mempengaruhi para politisi kooperatif dengan memberikan imbalan ekonomi di dunia bisnis.”
- Carrol Quigley, Sejarahwan, mentor Bill Clinton di kemudian hari, 1975 –
“Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.”
- Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England, 1941 –
“Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.”
- Paul Warburg, bankir internasional, 1950 -
“Petinggi di kantor kepresidenan telah digunakan sebagai basis untuk menghancurkan kebebasan rakyat Amerika, dan sebelum saya meninggalkan kantor ini, saya harus menginformasikan rakyat akan hal ini.”
- J.F. Kennedy, Presiden Amerika, menerbitkan silver dolar, uang bukan kredit dan mendatangani Executive Order 11110 untuk mencabut hak Federal Reserve untuk mencetak uang sebagai hutang kepada publik Amerika, mati ditembak 1963 –
“Siapa mengendalikan bahan pangan, dialah yang mengendalikan manusia. Siapa mengendalikan minyak, dialah yang mengendalikan benua. Siapa mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan dunia.”
- Henry Kissinger, 1974 -
“Kami sangat berterima kasih kepada Washington Post, New York Times, majalah Time, dan penerbit-penerbit besar lain yang Direkturnya telah menghadiri pertemuan-pertemuan kami dan menepati janji mereka selama 40 tahun terakhir. Akan menjadi hal yang mustahil bagi kita untuk mengembangkan rencana kami di dunia, bila kita mendapatkan sorotan dari publik selama tahun-tahun ini.”
- David Rockefeller, 1991 –
- Carrol Quigley, Sejarahwan, mentor Bill Clinton di kemudian hari, 1975 –
“Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.”
- Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England, 1941 –
“Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.”
- Paul Warburg, bankir internasional, 1950 -
“Petinggi di kantor kepresidenan telah digunakan sebagai basis untuk menghancurkan kebebasan rakyat Amerika, dan sebelum saya meninggalkan kantor ini, saya harus menginformasikan rakyat akan hal ini.”
- J.F. Kennedy, Presiden Amerika, menerbitkan silver dolar, uang bukan kredit dan mendatangani Executive Order 11110 untuk mencabut hak Federal Reserve untuk mencetak uang sebagai hutang kepada publik Amerika, mati ditembak 1963 –
“Siapa mengendalikan bahan pangan, dialah yang mengendalikan manusia. Siapa mengendalikan minyak, dialah yang mengendalikan benua. Siapa mengendalikan uang, dialah yang mengendalikan dunia.”
- Henry Kissinger, 1974 -
“Kami sangat berterima kasih kepada Washington Post, New York Times, majalah Time, dan penerbit-penerbit besar lain yang Direkturnya telah menghadiri pertemuan-pertemuan kami dan menepati janji mereka selama 40 tahun terakhir. Akan menjadi hal yang mustahil bagi kita untuk mengembangkan rencana kami di dunia, bila kita mendapatkan sorotan dari publik selama tahun-tahun ini.”
- David Rockefeller, 1991 –
Nah my
Friend Fristmon Lingku anda lihat betapa pesimisnya saya, heheh benar sekali. Contoh
besar adalah jika negara kita defisit dalam anggarannya, darimanakah negara ini
menutup defisitnya? Yaitu dari hutang dalam dan luarnegeri dimana ada bunganya.
Jika dari luar negeri tentu Dolar Amerika sedangkan yang punya hak mencetak
Dolar adalah Amerika. Dimana jika tidak ada peminjam baru berarti uang yang
beredar konstan atau tetap, yang berarti kita memperebutkan sumber daya dari
negara-negara lain untuk bisa melunasi hutang beserta bunganya, sehingga
kebijakan politik apapun yang kita gunakan sekarang namun jika ujungnya masih
menggunakan sistem keuang seperti sekarang, hal itu tidak akan mengubah
kehidupan ekonomi di negara ini. Selamat berpikir saudaraku.
(jika ada
pertanyaan, saran dan kritik jangan sungkan2 untuk bertanya di FB saya melalui
pesan. Thanks a lot…)

